Bab: 1. Pendahuluan
•
Bimbingan dan Konseling merupakan proses bantuan psikologis dan kemanusiaan
secara ilmiah dan profesional yang diberikan oleh pembimbing kepada yang
dibimbing agar ia dapat berkembang secara optimal, yaitu mampu memahami diri, mengarahkan
diri, dan mengaktualisasikan diri sesuai tahap perkembangan, sifat-sifat,
potensi yang dimiliki, dan latar belakang kehidupan serta lingkungannya,
sehingga tercapai kebahagiaan dalam kehidupan.
Bab:
2. Sejarah Perkembangan BK di Amerika di
Indonesia
•
Bimbingan dan Konseling pertama kali dikenal di Amerika dengan didirikannya vocational bureau yang dipelopori oleh
Frank Parson tahun 1908.
•
Bimbingan Konseling awalnya hanya dikenal sebatas pada pilihan pekerjaan (vocational guidance), berkembang ke
bidang pendidikan (educational guidance)
yang dirintis oleh Jasse B. Davis. Kini dikenal pula adanya bimbingan dalam
segi kepribadian (personal guidance).
•
Bimbingan Konseling sudah ada sebelum era kemerdekaan. Bimbingan Konseling baru
diresmikan di sekolah di Indonesia sejak diberlakukan kurikulum 1975, kemudian
disempurnakan ke dalam kurikulum 1984 (Bimbingan dan Penyuluhan) dengan
memasukkan bimbingan karir di dalamnya. Kemudian pada kurikulum 1994 berganti
nama menjadi Bimbingan dan Konseling.
Bab:
3. Urgensi Bimbingan dan Konseling
•
Bimbingan dan Konseling merupakan komponen dalam keseluruhan sistem pendidikan,
khususnya di sekolah. Guru merupakan salah satu pendukung unsur pelaksana
pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung pelaksanaan layanan
bimbingan pendidikan di sekolah yang dituntut untuk memiliki wawasan yang
memadai terhadap konsep-konsep dasar Bimbingan dan Konseling di sekolah.
•
Perlunya Bimbingan Konseling dapat berfungsi sebagai pemantau masalah-masalah
siswa yang berkaitan tentang masalah kelainan tingkah laku dan adaptasi.
Bab:
4. Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling
Pendidikan
•
Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada siswa atau
individu atau suatu kelompok yang dilakukan oleh seorang konselor untuk
membantu dalam menyelesaikan masalah klien agar dapat memahami dirinya,
menentukan pilihan, dan dapat menyesuaikan dirinya sesuai dengan kebutuhan.
•
Tujuan Bimbingan dan Konseling adalah agar menjadikan setiap individu itu
menjadi insan yang berguna, mempunyai potensi diri, dapat menyesuaikan dirinya
dengan lingkungan, dan lebih mengerti akan pemahaman dirinya.
•
Fungsi utama Bimbingan Konseling pendidikan adalah membantu murid dalam
masalah-masalah pribadi dan sosial yang berhubungan dengan pendidikan dan
pengajaran atau penempatan, dan juga menjadi perantara dari dalam hubungannya
dengan para guru maupun tenaga administrasi.
•
Prinsip Bimbingan dan Konseling di sekolah adalah membantu dan melayani dengan
sepenuhnya para peserta didik agar tidak tertinggal dari aspek belajar maupun
bergaul.
Bab:
5. Landasan Bimbingan dan Konseling
Pendidikan
•
Landasan Filosofis berkenaan dengan usaha mencari jawaban yang hakiki tentang
“Apakah manusia itu”.
•
Landasan Religius berbicara tentang manusia yang dikaitkan dengan aspek-aspek
keagamaan.
•
Landasan Psikologis berkenaan dengan memberikan pemahaman bagi konselor tentang
perilaku peserta didik yang menjadi sasaran layanan Bimbingan dan Konseling.
•
Landasan Sosial Budaya berkenaan dengan aspek sosial budaya sebagai faktor yang
mempengaruhi terhadap perilaku peserta didik.
•
Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkaitan dengan pelayanan Bimbingan
dan Konseling sebagai kegiatan ilmiah yang harus senantiasa mengikuti laju
perkembangan zaman dengan memberikan bantuan memecahkan masalah dan motivasi
kepada peserta didik.
Bab:
6. Masalah-masalah di Lembaga Pendidikan
•
Untuk memecahkan masalah intern dan ekstern, perlu adanya pengamatan terlebih
dahulu untuk menentukan masalah-masalah belajar. Langkah-langkah yang perlu
dilakukan oleh guru adalah pengamatan perilaku belajar, analisis hasil belajar,
dan tes hasil belajar.
•
Memberikan bantuan kepada siswa untuk memilih lapangan pekerjaan yang sesuai.
Memberikan pelatihan untuk memilih pekerjaan yang sesuai.
•
Terdapat 2 (dua) jenis proses penyesuaian diri, yaitu well adjusted, yaitu keadaan di mana individu dapat berhasil
memenuhi kebutuhannya sesuai dengan lingkungannya dan tanpa menimbulkan
gangguan atau kerugian bagi lingkungannya. Maladjusted,
yaitu keadaan di mana individu gagal dalam proses penyesuaian tersebut.
•
Penyesuaian yang normal memiliki karakter: absence
of excessive emotionality (terhindar dari ekspresi emosi yang berlebihan), absence of psychological mechanism
(terhindar dari mekanisme-mekanisme psikologis), absence of the sense of personal frustration (terhindar dari
perasaan frustasi atau bahkan kecewa karena tidak terpenuhi kebutuhannya), rasional deliberation and self-direction
(memiliki pertimbangan dan pengarahan diri yang rasional), ability of learn (mampu belajar, mampu mengembangkan kualitas
dirinya), utilization of past experience
(mampu memanfaatkan pengalaman masa lalu), realistic
objective attitude (bersikap objektif dan realistis).
Bab:
7. Sistem Manajemen Layanan BK di
Lembaga Pendidikan
•
Pelayanan Bimbingan Konseling harus dikelola dengan baik agar efektif dan
produktif. Maka diperlukan perencanaan dan pengorganisasian pelaksanaan evaluasi
analisis dan tindak lanjut.
•
Administrasi adalah penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan
pencatatannya secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar
mengenai keterangan.
•
Administrasi program Bimbingan dan Konseling dimaksudkan sebagai kegiatan
pengaturan lalu lintas kerja pelayanan Bimbingan dan Konseling, sehingga
kegiatan tersebut berjalan lancar, efisien, dan efektif.
•
Secara etimologi, supervisi adalah pengawasan, penilikan, dan pembinaan. Secara
terminologi adalah bantuan berbentuk pembinaan yang diberikan kepada seluruh
staf sekolah untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik.
•
Supervisi Bimbingan dan Konseling merupakan satu relasi antara supervisor dan
konselor (supervisee). Di mana
supervisor memberi dukungan dan bantuan untuk meningkatkan mutu kinerja
profesional supervisee yang bertumpu
pada satu prinsip, yaitu mengaku setiap manusia mempunyai potensi untuk
berkembang.
•
Evaluasi (evaluation) adalah proses
penilaian untuk tujuan menghindari kesalahan perhitungan pembiayaan, memilih
strategi terbaik dari berbagai alternatif strategi yang ada, meningkatkan
efisiensi iklan secara general, dan melihat apakah tujuan sudah tercapai.
Bab:
8. Mutu Layanan Bimbingan dan Konseling
•
Mutu layanan Bimbingan dan Konseling adalah layanan Bimbingan Konseling yang
mampu memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan oleh klien.
•
Produk layanan Bimbingan Konseling yang bermutu, yaitu layanan yang mampu
mengoptimalkan potensi-potensi individu agar dapat berkembang secara optimal,
sehingga menjadi pribadi yang mampu mandiri dan mampu mengatasi permasalahan.
Bab:
9. Komponen BK di Lembaga Pendidikan
•
Petugas Bimbingan dan Konseling di sekolah atau konselor adalah tenaga kerja
yang profesional atau ahli di bidang itu sendiri yang mendapatkan pendidikan
khusus Bimbingan dan Konseling serta berijazah asli dari sarjana program studi
Bimbingan Konseling.
•
Secara umum dikenal dua tipe petugas Bimbingan Konseling, yaitu profesional dan
non profesional.
•
Sisi positif layanan BK adalah efektif dan efisien. Karena peserta didik lebih
mudah terbuka pada petugas BK disebabkan masalahnya tidak terkait dengan proses
penilaian akademik. Sedangkan kelemahannya adalah petugas mengalami kesulitan
mengetahui secara detail masalah yang dialami peserta.
•
Konselor sekolah adalah penyelenggara kegiatan BK di sekolah yang mengenal
siswa dengan berbagai karakteristiknya, melaksanakan konseling perorangan,
Bimbingan dan Konseling kelompok, melaksanakan bimbingan karir semua personil
sekolah, orang tua, siswa, kelompok, dan masyarakat.
•
Ruang Bimbingan dan Konseling merupakan salah satu sarana penting yang ikut
mempengaruhi keberhasilan pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
Bab:
10. Ragam Bimbingan di Lembaga
Pendidikan
•
Layanan bimbingan individu terdiri dari empat jenis bimbingan, yaitu bimbingan
akademik, bimbingan sosial pribadi, bimbingan karir, dan bimbingan keluarga.
•
4 (empat) jenis layanan utama Bimbingan dan Konseling, yaitu pelayanan dasar,
bimbingan layanan responsif, layanan perencanaan individual, dan dukungan
sistem.
•
Pendekatan bimbingan, yaitu pendekatan kritis, pendekatan remedial, pendekatan
preventif, dan pendekatan perkembangan.
•
Ragam teknik bimbingan untuk membantu perkembangan individu, yaitu konseling,
nasihat, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan mengajar bernuansa
bimbingan.
Bab: 11. Program dan Strategi Layanan
BK di PAUD
•
Standar kompetensi dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan standar
kompetensi yang mencakup dalam ruang lingkup suatu pedoman pembelajaran atau
disebut juga kurikulum.
•
Program BK di PAUD sebenarnya sama pentingnya dengan program BK di sekolah
menengah, yaitu sama-sama memiliki tujuan yang membantu peserta didik agar bisa
berkembang sesuai bakat, minat, serta kemampuannya secara optimal serta dapat
mencegah terjadinya masalah yang mungkin akan muncul pada peserta didik.
•
Tujuan konseling yang dilakukan adalah memberi bantuan yang intensif dalam
membina kemampuan, bakat, minat anak.
Bab:
12. Program dan Strategi Layanan BK di
Sekolah Dasar
•
Secara umum, program bimbingan merupakan suatu rancangan atau rencana kegiatan
yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Rancangan atau rancangan
kegiatan tersebut disusun secara sistematis, terorganisasi, dan terkoordinasi
dalam jangka waktu tertentu. Dalam menyusun rencana program bimbingan di
sekolah dasar, harus melibatkan berbagai pihak yang terkait, seperti kepala
sekolah, guru BK, dan tokoh masyarakat. Kemudian tentukan strategi layanan BK
yang akan digunakan dalam mensukseskan program layanan BK dengan berbagai
pendekatan instruksional, pendekatan interaktif, pendekatan dukungan sistem,
dan pendekatan pengembangan pribadi.
•
Ada 3 (tiga) aspek utama strategi, yaitu seleksi, strategi, dan evaluasi
strategi.
Bab:
13. Program dan Strategi Layanan
Bimbingan dan Konseling di Sekolah Lanjutan
•
Visi dari Bimbingan dan Konseling adalah upaya pengembangan seluruh aspek
kepribadian siswa, pencegahan terhadap timbulnya masalah yang akan menghambat
perkembangannya, dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.
•
Misi bimbingan harus dapat membantu memudahkan siswa mengembangkan seluruh
aspek kepribadiannya seoptimal mungkin, sehingga terwujud siswa yang tangguh
menghadapi masa kini dan masa mendatang.
Bab:
14. Program dan Strategi Layanan BK di
Perguruan Tinggi
•
Alasan diperlukannya bimbingan di perguruan tinggi adalah problem mahasiswa
yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan akademik mahasiswa
• Bimbingan mahasiswa adalah suatu upaya untuk
membantu mahasiswa mengembangkan dirinya dan mengatasi permasalahan yang
dihadapi oleh mahasiswa dalam akademik dan pribadi sosial.
•
Fungsi bimbingan mahasiswa itu sendiri untuk membantu mahasiswa beradaptasi
dengan kehidupan baru di perguruan tinggi.
•
Tujuan diberikannya layanan bimbingan pada mahasiswa diharapkan mahasiswa mampu
mengembangkan potensi diri secara mandiri dan bertanggung jawab.
•
Ruang lingkup bimbingan mahasiswa, yakni bimbingan akademik, bimbingan
pengembangan sikap dan tanggung jawab profesional, dan bimbingan penyesuaian
sosial dan pribadi.
Bibliografi
Judul: Panduan Bimbingan dan Konseling Pendidikan
Penulis: Dr. Hj. Lilis Satriah, M.Pd
Tebal: viii+258 hlm.
Genre: Psikologi, Bimbingan Konseling
Cetakan: I, Februari 2018 ISBN: 978-602-6795-29-8
Penerbit: Fokusmedia, Bandung

0 Komentar